Thursday, July 30, 2009

Nama Besar Asing Di Balik Target Pengeboman

LagihotLagihot - Ledakan bom yang terjadi di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton pada 17 Juli 2009 telah mengakibatkan sembilan orang tewas dan 53 orang luka-luka.

Sebuah situs blog mengklaim sebagai perwakilan Media Tandzim Al Qaidah Indonesia merilis keterangan resmi tandzim itu atas aksi peledakan di hotel JW Marriot & Ritz Carlton pada Jumat 17 Juli 2009.

Dalam pernyataannya di internet, aksi bom bunuh diri di dua hotel bertaraf internasional itu membidik pengusaha dan pentolan intelijen asing.

Sebagian dari puluhan korban tersebut kebetulan memang belasan eksekutif puncak perusahaan kelas kakap. Mereka menjadi korban saat mengikuti breakfast meeting para CEO perusahaan multinasional yang digelar di restoran di Hotel JW Marriott, Mega Kunungan, Jakarta itu.

Kebanyakan dari mereka menderita luka berat dan ringan. Sebagian diterbangkan ke rumah sakit di Singapura. Namun, empat dari belasan eksekutif itu tewas, yakni Timothy D Mackay yang merupakan warga Selandia Baru, serta tiga warga Australia, yakni Nathan Verity, Garth McEvoy dan Craig Senger.

Belasan korban yang merupakan eksekutif papan atas itu sempat memunculkan sinyalemen bahwa teroris mengincar eksekutif perusahaan. Meski begitu, tak bisa dipungkiri bahwa para korban adalah nama-nama besar yang merupakan petinggi perusahaan kelas dunia.

Berikut ini, sejumlah nama besar perusahaan kelas dunia yang kehilangan atau memiliki eksekutif yang menjadi korban ledakan maut di Mega Kuningan pada Jumat pagi pukul 07.40 WIB itu.

1. Freeport
Freeport adalah perusahaan tambang emas dan tembaga kelas dunia yang memiliki tambang di berbagai negara. Induk usahanya adalah Freeport-McMoran Copper and Gold merupakan perusahaan tambang publik terbesar di dunia yang berpusat di Amerika Serikat. Salah satu aset besarnya adalah tambang emas dan tembaga di Papua.

Dua petinggi Freeport Indonesia, yakni Adrianto Machribie dan Dave Potter
menjadi korban ledakan. Adrianto adalah mantan Presiden Direktur PT Freeport
Indonesia dan Dave Potter adalah Direktur PT Freeport Indonesia.

2. Husky Energy
Husky merupakan perusahaan besar asal Kanada yang bergerak di bidang energi dan memiliki aset lebih dari US$ 21 miliar. Husky mengelola tambang migas di berbagai negara, terutama di Kanada dan Asia. Husky juga merangsek ke Indonesia, seperti di blok Madura dan Sumbawa.

Kevin S Moore, seorang warga negara Amerika Serikat merupakan salah satu
korban luka-luka bom Marriott. Dia menjabat sebagai General Manager di Husky Oil North Sumbawa Ltd.

3. Thiess
Thiess adalah perusahaan kontraktor pertambangan terkemuka asal Australia yang sudah berusia 75 tahun. Selain memiliki tambang di Australia, Thiess juga
mengelola tambang batu bara di India dan Indonesia.

Garth McEvoy, Commercial Manager Thiess Indonesia merupakan salah satu korban meninggal akibat bom Marriott. McEvoy adalah mantan pengacara yang aktif sebagai anggota Jakarta Golf Community.

4. Anadarko Petroleum Company
Anadarko adalah salah satu produsen migas terbesar dunia dengan kapasitas produksi 2,28 miliar barel pada 2008. Produsen migas asal Amerika Serikat ini memiliki lapangan eksplorasi di berbagai lokasi dan negara mulai dari Teluk Meksiko, Alaska, Algeria, Brazil, China, Indonesia, Mozambik, dan Afrika Barat.

Gary Ford, Presiden Direktur Anadarko Indonesia Company merupakan salah satu korban luka-luka akibat bom tersebut.

5. Holcim
Holcim adalah produsen semen raksasa dunia yang berasal dari Swiss, Eropa. Sebagai pemain besar dunia, Holcim memiliki pabrik semen di berbagai belahan dunia, salah satunya di Indonesia melalui akuisisi PT Semen Cibinong pada 2001 yang kemudian namanya diubah menjadi PT Holcim Indonesia.

Timothy Mackay, warga negara Selandia Baru merupakan salah satu korban meninggal. Dia adalah CEO PT Holcim Indonesia.

6. Castle Asia
CastleAsia dikenal sebagai perusahaan konsultan bisnis terkemuka asal Amerika Serikat namun berbasis di Indonesia. Di dunia bisnis, Castle adalah tukang lobi terkemuka bagi perusahaan asing yang ingin investasi di Indonesia. Castle Asia didirikan oleh James Castle pada 1980 memiliki banyak klien yang terdiri dari perusahaan multinasional, lembaga keuangan dunia hingga pemerintah Indonesia.

James Castle merupakan salah satu korban luka-luka akibat bom Marriott.(okezone)
* lagiHot (Berbagai Berita terkini,Peristiwa Penting, Gossip Artis Hot yang Perlu anda Tahu) Download 25 FREE songs at eMusic.com!
Digg,Peristiwa Penting Technorati,Peristiwa Penting del.icio.us,Peristiwa Penting Stumbleupon,Peristiwa Penting Facebook,Peristiwa Penting Yahoo,Peristiwa Penting Twitter,Peristiwa Penting

Mau Domain Gratis...? Buruan daftarkan nama anda sebagai domain anda sebelum diambil orang..!!! Domain Keren Gratis

Komentar :

ada 0 comments pada “Nama Besar Asing Di Balik Target Pengeboman”

Post a Comment

 

Template by LagiHot