Tuesday, July 21, 2009

Keluarga Pelaku Bom Marriot ditest DNA

Peristiwa Penting Bom MarriotPeristiwa Penting : Anggota Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri kemarin mengidentifikasi salah satu ruangan di Hotel The Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta yang hancur akibat ledakan bom. Aparat kepolisian menutup hotel tersebut dalam kurun 2 pekan untuk mempermudah penyelidikan.


TEMANGGUNG(SI) – Muhammad Nasir,60,dan Tuminem, 57,orangtua Nur Sahid,yang diduga pelaku peledakan bom di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton, dijemput aparat untuk menjalani tes DNA kemarin.

Selain kedua orangtua,aparat juga membawa adik Nur Sahid, Udi Mas’ud, untuk keperluan yang sama. Aparat menjemput anggota keluarga Nur Sahid yang beralamat di RT01/03 Dusun Katekan, Desa Katekan, Kecamatan Ngadirejo,Temanggung, sekitar pukul 05.30 WIB.Tes ini dilakukan untuk mencocokkan DNA dengan jenazah pelaku peledakan bom bunuh diri.

“Dua unit mobil dari aparat kepolisian membawa mereka sekitar pukul setengah enam pagi,” ujar Sersan Dua Sugianto,bintara pembina desa (babinsa) setempat. Menurut informasi yang dia terima,aparat dari Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah didampingi dokter kesehatan Polres Temanggung. Belum diketahui pasti tempat anggota keluarga Nur Sahid menjalanitesDNA,diwilayahPolres Temanggung atau ke tempat lain. Nur Sahid diduga sebagai pelaku bom bunuh diri yang terjadi pada Jumat (17/7) pagi di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton, kawasan bisnis Mega Kuningan,Jakarta.

Ledakan bom itu mengakibatkan sembilan orang tewas, 53 lainnya luka-luka. Menurut Kepala Urusan Umum Dusun Katekan,Subawadi, di desanya Nur Sahid dikenal pula sebagai Nur Said atau Nur Hasbi atau Nur Aziz, atau Nurdin Aziz. Subawadi, yang rumahnya hanya berjarak 10 meter dari rumah orang tua Nur,mengaku tidak melihat tetangganya sejak lima tahun silam.Sejak kecil dia menilai Nur sebagai anak yang baik dan penurut. Nur bersekolah di Sekolah Dasar I Katekan,kemudian melanjutkan ke madrasah tsanawiyah (MTs).

Usai lulus MTs, Nur melanjutkan pendidikan ke Pondok Pesantren Al Mukmin,Ngruki,Sukoharjo. Dusun Katekan,Desa Katekan, Ngadirejo, berjarak 26 kilometer dari pusat kota Temanggung,ditempati 500 kepala keluarga (KK). Dusun ini terletak di lereng Gunung Sindoro dengan jalan berkelok dan menanjak tajam.Masyarakat yang tinggal di sana rata-rata petani tembakau. Dari pantauan Seputar Indonesia kemarin, rumah Nur Sahid di Temanggung tertutup rapat.

Pintu utama rumah juga terkunci. Saat mencoba mengintip lewat kaca depan,tak tampak tanda-tanda adanya aktivitas penghuni rumah. Rosyid Ridho,salah satu sepupu Nur Sahid,mengaku sudah mendengar informasi bahwa sepupunya diduga pelaku bom bunuh diri di JW Marriott.Menurut dia,kabar itu sedikit banyak memengaruhi psikologi keluarga besarnya.“Keluarga kami merasa cemas.Semoga saja pelakunya bukan saudara kami.Kalau melihat bentuk fisik pelaku yang ditayangkan di televisi, kok tidak seperti Nur yang kami ketahui.

Cara jalannya juga beda, kami juga belum mendapat pemberitahuan tentang wajah terakhir Nur,”katanya. Nur diketahui menikah dengan Dwi Prastiwi, asal Klaten, Jawa Tengah, dan memiliki dua anak.Sejak menikah pada 1999, Nur tinggal di rumah mertuanya di Klaten. Namun Siti Lestari, 55, mertua Nur yang ditemui di rumahnya,Dukuh Tempel, Desa Ngalas, Kecamatan Klaten Selatan,Kabupaten Klaten,menyebut Nur Sahid tinggal di rumahnya hanya selama enam bulan sejak menikah.

Setelah itu Nur dan istrinya memutuskan untuk merantau ke luar daerah, yaitu Semarang. Sepengetahuan keluarga di Klaten,Nur menekuni profesi sebagai pembuat duplikat kunci. Dwi, istrinya, adalah ibu rumah tangga biasa. Lestari menyesal tidak pernah menengok anak dan menantunya di Semarang. Karena itu, ketika ditanya alamat anak dan menantunya di Semarang, dia mengaku tidak mengetahui persis. “Saya sendiri juga belum pernah ke sana,”ujarnya.

Keluarga di Klaten jarang melakukan kontak dengan Nur dan Dwi di Semarang. Pertemuan terakhir Lestari dengan pasangan ini terjadi tiga-empat tahun lalu, saat itu dia tahu telah dikaruniai dua orang cucu dari pasangan tersebut. Kontak terakhir antara Lestari dan Dwi dilakukan empat bulan lalu lewat telepon.Setelah itu,Lestari tidak pernah bisa menghubungi Dwi sampai sekarang. “Saat itu anak saya hanya bertanya kabar keluarga di Klaten,” tuturnya.

Lebih dari Dua Orang

Saat ditanya tentang informasi mengenai Nur Sahid,Wakil Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Markas Besar Polri Brigjen Pol Sulistyo Ishak menyatakan belum mengetahui hal itu.Menurut dia, selama ini penyidik masih berupaya keras untuk mengungkap pelaku peledakan.

Polisi meminta masyarakat tidak terbuai dengan isu yang beredar. Sulistyo juga belum mau berkomentar terkait adanya jaringan internasional dalam pelaku peledakan tersebut. Dalam perkembangan penyidikan, Sulistyo mengungkapkan, polisi menduga pelaku bom bunuh diri lebih dari dua orang. Hingga kini, dugaan tersebut masih didalami oleh tim penyidik Polri. Sampai saat ini masih ada empat jenazah korban peledakan yang belum teridentifikasi karena kondisi tubuhnya hancur.

”Dugaan pelakunya lebih dari dua orang,” katanya di Jakarta kemarin. Menurut dia,jumlah korban tewas yang sudah berhasil diidentifikasi tim Disaster Victim Identification (DVI) berjumlah lima orang. Mereka adalah Evert Mokodompis warga negara Indonesia; Timothy D Mackay warga negara Selandia Baru; Senger Craig Andrew, McEvoy Garth Rupert Jhon, dan Verity Nathan Jhon, ketiganya adalah warga negara Australia. Sulistyo melanjutkan, olah tempat kejadian perkara (TKP) akan dilakukan selama dua pekan. Dalam kurun waktu itu, dua minggu hotel akan ditutup untuk umum sampai olah TKP selesai.

Selain itu, di Hotel Ritz Carlton polisi masih mencari sebuah kepala yang diduga masih berada di dalam lokasi ledakan. Dia menegaskan,apa yang dilakukan penyidik dalam mengungkapkan pelaku peledakan adalah berdasarkan fakta yang ada di lapangan, bukan berasal dari dugaan- dugaan. Untuk sketsa wajah pelaku peledakan, penyidik masih mengumpulkan bukti cukup kuat.

Saat ini polisi sedang melakukan rekonstruksi wajah pelaku yang menginap di kamar 1808 Hotel Marriott. Sebelumnya Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Nanan Soekarna mengatakan pelaku bom bunuh diri di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton melibatkan jaringan Jamaah Islamiyah.

Hal tersebut diperkuat dengan kesamaan bahan peledak yang ditemukan di lokasi kejadian dan tempat lain yang dibuat oleh jaringan ini.(sindo)
* lagiHot (Berbagai Berita terkini,Peristiwa Penting, Gossip Artis Hot yang Perlu anda Tahu) Download 25 FREE songs at eMusic.com!
Digg,Peristiwa Penting Technorati,Peristiwa Penting del.icio.us,Peristiwa Penting Stumbleupon,Peristiwa Penting Facebook,Peristiwa Penting Yahoo,Peristiwa Penting Twitter,Peristiwa Penting

Mau Domain Gratis...? Buruan daftarkan nama anda sebagai domain anda sebelum diambil orang..!!! Domain Keren Gratis

Komentar :

ada 0 comments pada “Keluarga Pelaku Bom Marriot ditest DNA”

Post a Comment

 

Template by LagiHot